Apakabarsidimpuan.com – Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM- Hj Nuriaty Damanik SH (JR-Nur) memenangkan Pemilukada Simalungun dalam satu putaran. Sesuai hasil quick count (penghitungan cepat) yang diperoleh dari Panwaslukada Simalungun, pasangan ini memeroleh 150.076 suara atau 38,62 persen, dari total suara sah sebanyak 388.509.

Sedangkan calon bupati incumbent, Drs T Zulkarnain Damanik MM-Marsiaman Saragih SH (KAROMAH) di urutan kedua dengan perolehan suara 110.943 atau 28,55 persen. Selanjutnya di urutan ketiga, pasangan Samsudin Siregar SH-Kusdianto SH (SUKA) dengan 103.843 suara atau 26,72 persen.

Sementara pasangan Ir H Muknir Damanik-Miko di posisi 4 dengan 17.716 suara atau 4,55 persen. Dan pasangan Kabel Saragih SH-Ir Mulyono di posisi terakhir, dengan perolehan suara 5.931 atau 1,52 persen.

“Jumlah ini sesuai data dari anggota Panwaslukada Kabupaten Simalungun, yang terdiri atas relawan, PPL, dan panwas kecamatan. Namun angka pastinya masih harus melalui rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum atau KPU Simalungun,” terang anggota Panwaslukada Simalungun Divisi Humasy dan Hubungan Antar Lembaga, Jannes Silaban SP, malam tadi.

Masih kata Jannes, jika merujuk pada hasil perolehan suara pasangan JR-Nur dan sesuai jumlah suara sah, maka kemungkinan besar Pemilukada Simalungun berlangsung satu putaran.

Hasil Real Quick Count

Hasil real quick count (penghitungan cepat) oleh Script Survei Indonesia SSI, juga sama. Pasangan JR-Nur menempati posisi teratas.

Direktur SSI, Yuhardin, mengatakan, hasil penghitungan Pemilukada Simalungun yang dikeluarkannya merupakan hasil akhir yang diperoleh dari seluruh TPS di 31 kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Dijelaskannya, JR-Nur memeroleh 37,07 persen suara, diikuti pasangan Zulkarnain-Marsiaman (KAROMAH) dengan 30,33 persen. Selanjutnya, pasangan Samsudin-Kusdianto (SUKA) berada di posisi 3 dengan 27,01 persen, diikuti Muknir-Miko dengan 4,61 persen suara, dan pasangan Kabel Saragih-Mulyono berada di posisi terakhir dengan 0,99 persen suara.

Dikatakannya, selama proses penghitungan yang dilaksanakan sejak pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB, pasangan JR-Nur terus menempati perolehan suara teratas.

Lebih lanjut Yuhardin menerangkan, jumlah peserta pemilukada yang menggunakan hak pilihnya sekitar 58,66 persen. “Semua itu merupakan hasil akhir yang dikirimkan oleh tim kita yang tersebar di seluruh TPS di Kabupaten Simalungun,” ujar Yuhardin. Namun, lanjutnya, walaupun penghitungan tersebut ril, namun keputusan perolehan suara yang sah adalah yang dikeluarkan KPU Simalungun.

Diakui Yuhardin, dalam proses penghitungan cepat ini, pihaknya sedikit kewalahan. Sebab beberapa pesan singkat (SMS) dari warga yang ingin mengetahui hasil sementara, agak lama baru dibalas. Hal ini disebabkan banyaknya SMS ke server data.

“Sejauh ini (pukul 16.30 WIB, red), jumlah SMS yang masuk ke server data kita mencapai hampir 10 ribu. Selain itu, kita juga sedikit kerepotan karena banyaknya TPS dan jaraknya yang cukup jauh, ditambah gangguan signal di TPS yang tidak terjangkau,” jelas Yuhardin.

Masih kata Yuhardin, banyaknya SMS yang masuk merupakan bukti antusias masyarakat untuk berdemokrasi di Simalungun cukup besar. “Dengan berakhirnya penghitungan ini, berarti tugas kita sudah selesai. Kita tetap komitmen, kita merupakan lembaga independen yang tidak menambahi data perolehan suara dari salah seorang calon yang mengorder kita. Kita tetap memberikan data ril, sebagai salah satu bentuk antisipasi mana tahu ada kecurangan. Namun keputusan yang sah tetap hasil yang dikeluarkan oleh KPU Simalungun,” jelas Yuhardin.

Golput Masih Tinggi

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilukada Simalungun 608.552 pemilih. Namun antusiasme warga untuk memberikan hak suaranya masih kurang. Terbukti, kehadiran para pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih minim. Diperkirakan, hanya 58 persen pemilih yang menggunakan hak pilih.

Achmad Girsang, warga Kecamatan Siantar mengaku namanya tercantum di DPT dan ia memeroleh formulir C6. Namun ia mengaku enggan menggunakan haknya karena sudah apatis dengan pelaksanaan pemilukada. Tak hanya itu, ia juga pesimis. Katanya, siapapun yang memenangkan pemilukada, tidak akan mampu membawa perubahan yang benar-benar merakyat. “Untuk apa memilih, toh memilih atau tidak, semua sama saja. Siapapun yang menang, nantinya Simalungun ini begitu juga,” ketusnya.

Pantauan di lapangan, pelanggaran masih banyak ditemukan di beberapa tempat. Contohnya di Jorlang Hataran. Di kecamatan ini, ditemukan 10 kotak suara telah dirusak gemboknya. Sehingga segelnya juga rusak. Kotak suara yang segelnya telah rusak ini antara lain di TPS 1, 2, dan 3 Nagori Sibunga-bunga, TPS 1, 2, 3, dan 4 Nagori Kasindir, dan TPS 1, 2, dan 3 Nagori Dolog Marlawan.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jorlang Hataran, L Saragih mengaku, pembukaan kotak suara itu dilakukan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS). Katanya, hal itu terpaksa dilakukan akibat rekapitulasi hasil penghitungan suara yang seharusnya diserahkan kepada PPK, telah dimasukkan ke kotak suara dan telah disegel. “Yang membuka bukan kami, tetapi PPS yang mengantar. Memang mereka membukanya di kantor PPK, saat kami meminta rekapitulasi yang akan diserahkan pada kami,” jelasnya.

Diakuinya, hal itu dilakukan tanpa koordinasi dengan KPU dan Panwaslukada Simalungun, termasuk para saksi calon bupati. “Kami hanya meminta berkas yang seharusnya diserahkan kepada PPK. Bila hal ini menjadi persoalan, maka saya rasa ini bukan salah kami, tetapi salah mereka karena memasukkan berkas tersebut ke kotak suara,” elaknya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Wahidah Suaib dan anggota Panwaslukada Simalungun, Sahala Lingga yang berada di lokasi, menilai hal tersebut merupakan pelanggaran berat dalam pelaksanaan pemilukada. Sebab melanggar UU No 32 Tahun 2004 dan diancam pidana. Menurut mereka, kondisi ini dapat mengakibatkan dilakukannya pemungutan suara ulang akibat kerusakan segel gembok tersebut.

Hal lainnya ditemukan di Kecamatan Siantar, tepatnya di TPS 1 Nagori Lestari Indah. Di tempat ini, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak mematuhi surat edaran KPU Simalungun, yang menyatakan kertas suara berlubang dua (coblosannya tembus tapi tidak mengenai gambar calon lain) tidak sah. Padahal sesuai surat edaran KPU, surat suara yang seperti itu tergolong sah. Alhasil, sekitar 68 surat suara dinyatakan tidak sah.

Ketua KPPS setempat, K Siahaan yang dikonfirmasi mengaku hal tersebut sesuai kesepakatan bersama. “Nggak ada surat edaran, yang penting kami sudah sepakat,” ujarnya.

Ketua Panwaslukada Simalungun, Ulamatua Saragih yang dikonfirmasi terkait temuan itu mengatakan hal tersebut sudah merupakan pelanggaran. Pihak Panwaslukada, kata Ulamatua, akan mengoordinasikan hal tersebut kepada PPK untuk dilakukan koreksi di tingkatan PPK. (ing/mag-14/15/ral/hp)

JR: Ini Kemenangan Warga

Simalungun

Calon Bupati Simalungun DR JR Saragih yang ditemui di sela-sela penghitungan cepat (quick count) di Wismatama, Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, Jumat (27/8) dini hari tadi, mengatakan secara pribadi ia mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas perolehan suara yang diperolehnya pada Pemilukada Simalungun, Kamis (26/8). Ucapan terima kasih juga ditujukannya kepada warga Kabupaten Simalungun di 31 kecamatan. Kata JR, kemenangan pasangan JR-Nur, bukanlah kemenangan pribadi JR Saragih dan Hj Nuriaty Damanik, melainkan kemenangan bersama seluruh warga Simalungun.

“Ini adalah anugerah Tuhan, sekaligus kemenangan bersama seluruh warga Kabupaten Simalungun,” katanya.

Ditanya pendapatnya tentang aksi sejumlah pihak yang terang-terangan berusaha menjatuhkan reputasinya, JR mengatakan ia tidak dendam. Bahkan, melalui METRO ia berpesan kepada seluruh pihak agar melaksanakan tugasnya sebaik mungkin, sesuai koridor dan ketentuan yang ada.

Saat ditanya tentang rumor yang beredar, yang menyebutkan JR-Nur hanya akan membangun kecamatan yang menjadi kantung suara pasangan ini, dengan tegas JR membantah. “Seperti yang saya katakan, kemenangan pasangan JR-Nur adalah kemenangan rakyat Simalungun. Nah, dengan demikian, seluruh warga kabupaten ini berhak mendapat pembangunan yang merata, sebagai buah dari kemenangan ini, untuk menuju perubahan yang lebih baik,” katanya, diamini Riduan Manik dan sejumlah anggota tim pemenangan lainnya.

Sedangkan Hj Nuriati Damanik ketika dihubungi mengatakan, hasil perolehan suara JR-Nur membuktikan masyarakat Simalungun menginginkan perubahan di Kabupaten Simalungun. Karenanya, ia mengucapkan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada masyarakat yang memercayakan JR-Nur membawa perubahan di Simalungun.

“JR-Nur mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Simalungun yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk membawa perubahan yang positif di Simalungun. JR-Nur mengajak seluruh elemen masyarakat di Simalungun untuk bersama-sama membangun Tanoh Habonaron Do Bona dengan membuang perbedaan,” katanya.

“Semoga dengan ridho Allah SWT, JR-Nur bersama-sama dengan masyarakat dapat mewujudkan perubahan yang hakiki,” tegasnya.

Sumber: https://www.apakabarsidimpuan.com/2010/08/hasil-quick-count-pemilukada-simalungun-jr-nur-menang-1-putaran